PGRI Kota Bandung bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung, pada malam Rabu (25/8) mengadakan acara Doa Bersama bagi Pahlawan Pendidikan. 

Acara yang dikemas melalui rangkaian kegiatan Bingkai Indonesia Tangguh dengan Tema Besar " Kontemplasi dan Doa Bersama untuk Pahlawan Pendidikan " ini dipersembahkan bagi para tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK) yang meninggal akibat Virus COVID-19. 

Turut hadir dalam acara yang disiarkan secara virtual ini adalah Walikota Bandung H.Oded M Danial, S.AP Drs.Hikmat Ginanjar Kadisdik Kota Bandung dan Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd Ketua PGRI Kota Bandung. 

Selain doa, acara ini pun diisi dengan siraman rohani dari Yendra Rahmat P seorang Trainer ESQ.

Cucu Saputra dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada yang serba kebetulan apapun yang terjadi di dalam ruang kehidupan termasuk pandemi yang hadir saat ini.

Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sebuah ayat Alquran " Tidak ada yang berkuasa selain Allah yang menguasai semua yang ada di alam semesta ini, bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya " (Al-An'am: 59).

Pandemi laksana sebuah ombak besar yang menghantam batu karang, hal ini digambarkan bagi keadaan diri kita semua saat kita tidak pernah menyangka sedikitpun bahwa akan hadir sebuah permasalahan yang berhubungan dengan dunia kesehatan yang akan memporandakan berbagai dimensi kehidupan manusia. 

Pandemi pun telah memberikan sebuah dampak terhadap kondisi kejiwaan yang akan membuat kita menjadi sangat prihatin, hal ini dikarenakan bahwa siapapun dirinya memiliki Resiko yang sama untuk menjadi bagian dari pihak yang dirugikan oleh virus covid 19 termasuk menjadi pihak yang terpapar dan harus berjuang sekuat tenaga. 

Kita berada pada kondisi yang sangat serba sulit karena kita berhadapan dengan situasi yang sangat abstrak, nyaris siapapun dari kita tidak akan mengetahui posisi dan keberadaan virus tersebut. 

Selain itu kenyataan telah memberikan pesan bahwa banyak diantara rekan sejawat kita, teman seperjuangan kita di ruang-ruang gerakan pendidikan yang menjadi Syuhada akibat terpaparnya virus Corona ini. 

Mereka adalah pahlawan-pahlawan yang telah secara nyata berjuang untuk ll bangsa dan terbebas dari penindasan apapun. 

Semoga para Syuhada Pendidikan dan tenaga Kependidikan dijadikan oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala sebagai Ahli surga, diampuni segala kesalahannya dan diterima segala amal ibadahnya, tegas Cucu. ( Red-Yani )