Banyaknya sekolah yang dijabat oleh Kepala Sekolah Plt yang diakibatkan karena berlarut-larutnya pelantikan Walikota Bandung Definitif menjadi preseden buruk dalam regulasi management sekolah. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Ketua PGRI, sebuah Organisasi Guru Terbesar di Kota Bandung Drs.Cucu Saputra M.M.Pd Ketua PGRI Kota Bandung menyatakan bahwa Peran dan tanggung jawab kepala Sekolah itu diatur dalam permendikbud no 40 tahun 2921 penyempurnaan dari permendikbud no 6 tahun 2018.

Kepsek adalah guru yang diangkat menjadi kepala satuan pendidikan makan yang namanya kepsek harus seorang guru. Tentu dalam melaksanakan fungsi-fungsi managerial yang berkaitan masalah aset, keuangan tentu sekolah sebagai sebuah organisasi bisa saja dipimpin oleh seseorang yang bukan berlatar belakang guru. Tetapi kalau sudah bicara tentang core bisnis satuan Pendidikan core bisnisnya adalah proses belajar mengajar, dimana dalam proses tersebut peran kepala sekolah adalah sebagai seorang supervisor, maka tidak boleh kepala sekolah dijabat oleh seseorang yang berlatar belakang bukan seorang guru. 

Juga sebagai pemimpin belajar dimana kehadiran seorang kepala sekolah menjadi sosok berdasarkan filosofis KH Dewantara sebagai figur yang memberikan keteladanan dan memberikan motivasi. Maka kehadiran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajar dimata guru dan siswa adalah sebuah keniscayaan. 

Sehubungan dengan itu maka didalam perspektif kebijakan tidak boleh memiliki pemikiran yang penting jalan. Jangan pernah berfikir tidak ada kepala sekolah pun sistem sekolah bisa jalan sebab pendidikan adalah investasi yang dapat dirasakan bukan hari ini namun tak berbatas waktu (masa depan) yang tentunya harus ada nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan oleh sosok seorang kepala sekolah. 

Fenomena kepala sekolah di Kota Bandung antara gagasan mulya dan gagasan ideal tentang berapa pentingnya kepala sekolah dengannrealita yang ada sangat jomplang karena kenyataan di Kota Bandung sekarang ada sebanyak 99 Sekolah Dasar yang jabatannya dirangkap oleh seorang Kepala Sekolah Plt dan di Sekolah Menengah Pertama ada sebanyak 18 sekolah yang dijabat oleh kepala sekolah Plt. 

Bahkan pada kenyataannya ada seorang kepala sekolah yang menjabat Plt di 2-4 sekolah. Maka ketika dalam perspektif kebijakan kepala sekolah asik-asik aja dalam melaksanakan tugasnya bahkan berasumsi bahwa sekolah berjalan tentu ini sangat jauh dari idealime yang diamanatkan oleh Undang-undang, regulasi dan harapan masyarakat. Sebab kehadiran kepala sekolah itu harus ada sejak siswa itu belum ada di sekolah samapi mereka hadir di sekolah sampai siswa  dan warga sekolah itu meninggalkan sekolah. 

Dengan adanya kepala sekolah Plt sangat tidak efektif karena harus berbagi dengan sekokah lain, belum lagi sering ada agenda rapat di Disdik, kewilayahan atau undangan kemendikbud. Hal ini tentunya menjadikan ketidak-idealan sistem pendidikan di sekolah. 

Semoga perspektif pengambilan kebijakan itu tidak normatif kepada kewenangan saja tetapi bagi pendidikan karena ini urusan wajib maka harus ada kekhususan, harapannya pemerintah Kota Bandung mengkonsultasikan hal ini ke Kemendagri untuk meminta kewenangan atau meminta Kemendagri atau siapapun untuk segera melantik para Calon Kepala Sekolah yang sudah ada baik di tingkat SD maupun SMP. 

Jangan main-main dengan pendidikan sebab pendidikan itu memiliki kompleksitas kepentingan. Apalagi Kota Bandung ini harus menjadi bagian dari kebijakan nasional yang harus direspon dan diimplementasikan terkait dengan paradigma baru konsep Pendidikan Merdeka Belajar yang betul-betul kehadiran kepala sekolah harus ada. 

Selain itu beberapa waktu ke depan sekolah dihadapkan pada Perubahan kurikulum baru dan PPDB. Selain itu juga perencanaan-perencanaan pendidikan untuk tahun pelajaran baru. " Jangan pernah cuek dan berpikiran pragmatis  memandang pendidikan karena hal ini merupakan kebutuhan mendasar. 
Saya berharap pemerintah Kota Bandung sungguh-sungguh untuk segera bisa melantik para kepala sekolah ", tegas Cucu. Selain itu PGRI Kota Bandung memandang bahwa keberadaan guru di setiap satuan pendidikan memerlukan bimbingan dan arahan dari kehadiran sosok kepala sekolah.(Kang Amat)