Kegiatan ke-2 program vaksinasiuntuk wilayah kecamatan Lengkong dilaksanakan  pada tanggal 27-28 Mei 2021 di SMAN 8 Kota Bandung. Kegiatan  ini dilakukan sebagai rangkaian dari kegiatan vaksin ke-1 yang dilaksanakan pada tanggal 20-22 April 2021. Pemberian vaksin masal ini merujuk pada SKB 4 Menteri, Surat Edaran Walikota dan Disdik Kota Bandung tentang rencana kegiatan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang salah satu syaratnya adalah PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang sudah divaksin, tutur Ketua PGRI kecamatan Lengkong Ujang Ucu. 

            Berdasarkan informasi dari Sekretaris Kecamatan Lengkong Wiwit Afiantoro, sasaran guru yang divaksin yaitu sejumlah 2.576 orang. Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak yaitu SATGAS COVID-19 TK Kecamatan di bantu oleh PGRI, Forum Kecamatan Sehat, mahasiswa dari Universitas Aisyah (Unisa) di Bandung. Stakholder lainnya yang berperan dalam kegiatan ini  dari BUMD yaitu Bank BJB yang membantu secara materiil, serta dari pihak swasta PT Wingfood dan PT Mayora ikut memberikan kontribusinya dengan memberikan makanan dan minuman serta goodybag untuk para penerima vaksin. Menurut salah satu penerima vaksin Eka salah satu guru di SMAN 8, dirinya merasa senang selain divaksin, mendapatkan mie dan minuman gratis serta goodybag.

            Kegiatan vaksin ke-2 ini dihadiri juga oleh Aniya Rachmawati Soerya-Camat di  Kecamatan Lengkong, Wiwit Afiantoro-Sekcam, Liawati Tarigan-Kepala Puskemas Talaga Bodas, Salomi Edith Yulet Taulo-Kepala Puskesmas Cijagra Baru, Feri Kadarusman-Kepala Puskesmas  Suryalaya, Tavip Haryadi-Kepala Puskesmas Cijagra Lama, Nurdjaman-Kapolsek, Kiswanto-Kanit Bimas, Ahmad Hidayat-Panit Bimas Polsek, Deni Kusumah dari PGRI, Yadi Risyadi-Ketua PMI di Kecamatan Lengkong, dan Asep Hariri sebagai Perwakilan dari Dinas Kesehatan untuk memantau jalannya kegiatan vaksin. Banyak pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini membuktikan bahwa kegiatan vaksin bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga tanggungjawab semua pihak yang terpanggil rasa kemanusiannya.

            Liawati Tarigan mengungkapkan pula bahwa rencana kegiatan PTM sebaiknya segera dilaksanakan, tentunya dengan syarat prokes yang ketat. Setelah kegiatan vaksinasi, kegiatan selanjutnya yaitu monev untuk melihat kesiapan sekolah-sekolah. Bila semua syarat telah terpenuhi, maka sekolah yang dinyatakan lolos monev bisa menyelenggarakan PTM terbatas. Kesuksesan vaksinasi di Kecamatan Lengkong, tentunya dibangun dari kolaborasi semua pihak.