Cucu Saputra, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, akhirnya terpilih menjadi Ketua PGRI Kota Bandung untuk periode 2020-2025. Setelah memenangi pemilihan suara.

Cucu Saputra unggul atas kompetitornya Entis Sutisna, dengan mengumpulkan 286 suara. Sedangkan Entis Sutisna mengumpulkan 83 suara. Dirinya menggantikan Maman Sulaeman, ketua PGRI Kota Bandung terdahulu.

Kegiatan pemilihan Ketua PGRI Kota Bandung itu dihelat saat kegiatan Konferensi PGRI Kota Bandung, tanggal 6-7 November 2020, di Hotel Agusta, Kabupaten Garut, Jum’at (6/11/2020) malam.

Atas terpilihnya Cucu Saputra, menjadi ketua PGRI Kota Bandung periode 2020-2025, Hikmat Ginanjar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yang hadir, sekaligus membuka kegiatan, mengucapkan selamat

Dirinya berharap pemimpin PGRI Kota Bandung yang terpilih merupakan sosok dan figur yang amanah, bisa melaksanakan perubahan organisasi, baik secara kultur termasuk menyesuaikan dengan kondisi situasi kekinian.

“Karena bagaimanapun juga di era digital dan milenial ini, kita dituntut kolaborasi, kreatif dan inovatif,” kata Hikmat, di Hotel Agusta, Jalan Raya Cipanas No.57, Langensari, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum’at (6/10/2020).

Saat ditanya oleh majalahsora.com mengenai PGRI di bawah kepemimpinan Maman, menurutnya semua berjalan sesuai tugas juga AD ART. Di samping itu juga melaksanakan komunikasi serta koordinasi yang baik.

“Sudah barang tentu karena memang, induk organisasi (PGRI) adalah Dinas Pendidikan, merupakan bagian tidak terpisahkan. Tujuannya dalam rangka memberikan pelayanan, kepada para guru. Baik dari aspek kesejahteraan maupun perlindungan hak-hak mereka untuk mengembangkan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Sementara itu Dede Amar, Ketua PGRI Jabar mengatakan bahwa kegiatan konferensi PGRI Kota Bandung merupakan kegiatan ke-13 di-Jabar, sisanya ada 14 kegiatan serupa.

Ia pun sangat bangga dengan konferensi yang digelar selama ini, termasuk konferensi yang dilangsungkan oleh PGRI Kota Bandung.

“Nampaknya konferensi PGRI di kabupaten/kota kali ini banyak dinamika serta magnetnya luar biasa, tiap daerah berbeda-beda,” kata Dede di tempat kegiatan.

“Banyak peminatnya, saya bangga juga. Sekarang PGRI nampak luar biasa, PGRI keur payu,” imbuhnya.

Terkait dengan Ketua PGRI Kota Bandung terdahulu, Dede sangat mengapresiasinya.

Menurut Dede di bawah kepemimpinan Maman, banyak perubahan di antaranya laporan keuangan yang bagus.

Berharap pengganti Maman, yaitu Cucu Saputra bisa melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik, minimal mempertahankan apa yang sudah dibuat oleh pimpinan terdahulu.

“Atas terpilihnya Pak Cucu pemimpim yang baru mudah-mudahan PGRI Kota Bandung semakin baik dan lebih maju,” kata Dede.

“Saya mohon tadi apa yang saya sampaikan, PGRI terus berubah berani memberikan perubahan. Suatu manfaat sebab ini momen yang sangat bagus akan mempunyai bonus demografi tahun 2045,” imbuhnya.

Masih kata Dede, ke depan pengurus PGRI harus berani tampil. Termasuk menyukseskan program ‘Hormati Guru Sayangi Teman’. Hal itu menurutnya harus diaplikasi di lapangan, tidak hanya di provinsi tapi juga di kabupaten/kota termasuk cabang.

Dirinya mencontohkan dengan kegiatan silaturahmi pengurus PGRI dengan tampil di masing-masing sekolah.

Di samping itu pengurus PGRI yang berasal dari SD menjadi pembina upacara di SMP,  yang SMP menjadi pembina di SMA begitu juga SMA menjadi pembina di SD atau di SMP.

Menurut Dede, nantinya hal itu menjadi salah satu cara komunikasi dan silaturahmi yang baik.

“PGRI jangan kalah sama Pak Polisi, Senin tampil menjadi pembina upacara, tentang kenakalan remaja. Begitu juga dengan orang BNN tampil menjadi pembina upacara, menyampaikan tentang narkoba. Kami PGRI tampil juga menyampaikan tentang karakter anak bangsa,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Maman Ketua PGRI Kota Bandung sebelumnya merangkap Ketua Panitia Konferensi, memaparkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda lima tahunan, sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga, BAB 33 Tahun 1997 tentang pelaksanaan konferensi.

Bab tersebut memuat tiga aspek, yaitu laporan pertanggungjawaban kegiatan PGRI 5 tahun yang lalu, membuat program PGRI 5 tahun mendatang, juga pemilihan ketua PGRI untuk lima tahun ke depan.

Masih kata Maman, kegiatan ini diikuti oleh semua utusan dari 30 kecamatan yang ada di kota Bandung. Adapun jumlah suara dalam pemilihan Ketua PGRI Kota Bandung sejumlah 369 suara.

Pada ajang itu juga mengukuhkan ketua satu orang, wakil ketua dua orang, sekretaris satu orang, wakil sekretaris satu orang, bendahara satu orang, dan 14 sekretaris bidang serta ada kelengkapan organisasi sesuai kebutuhan kabupaten atau kota.

Saat ditanya mengenai syarat umum untuk menjadi pengurus, Maman mengatakan harus beragama, berdasarkan Pancasila, tidak rangkap jabatan dengan organisasi profesi lainnya, minimal yang dicalonkan pernah menjadi pengurus PGRI baik itu cabang maupun kabupaten/kota, menjadi anggota biasa, bukan anggota luar biasa, taat dan berintegritas terhadap organisasi PGRI. [SR]***