Oleh Lia Amelia Juwita (Guru Kelas 3 SD GagasCeria)

Pandemi belum berakhir. Hingga waktu ditulisnya tulisan ini pada awal Februari, jumlah kasus positif di Indonesia setiap harinya terus bertambah. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan situasi akan normal kembali. Kondisi seperti ini membuat kegiatan belajar mengajar pun masih harus dilaksanakan dari rumah. Rencana pemerintah yang akan memulai pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari 2021, terpaksa tidak terlaksana dulu. Siswa kembali melakukan pembelajaran daring atau BDR (Belajar Dari Rumah).

Kondisi belajar dari rumah membuat guru tertantang untuk memikirkan bagaimana agar tujuan-tujuan pembelajaran tetap tercapai, walau tanpa kegiatan tatap muka secara langsung di sekolah. Baik guru maupun siswa kini mau tidak mau bersahabat dengan teknologi. Teknologi kini ibarat sudah menjadi ‘pensil dan buku’ bagi siswa-siswi di tahun pandemi ini.

Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran dan ketercapaian tujuan-tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Di antaranya, untuk proses tatap muka secara daring bisa menggunakan Zoom, Google Meet, maupun Google Hangouts. Untuk mengorganisasi tugas kelas salah satunya bisa menggunakan Google Classroom. Untuk kuis ataupun tes bisa menggunakan Quizizz, Kahoot, Google Form, dan lain-lain. Untuk interaksi/sosialisasi bisa menggunakan aplikasi Whatsapp, Google Hangout, dan lain-lain. Sementara untuk menampilkan karya bisa menggunakan Google Sites, Seesaw, dan aplikasi sejenis yang lainnya.

Tantangan selanjutnya bagi guru adalah bagaimana mendesain pembelajaran, memilih, dan menggunakan aplikasi untuk membantu siswa belajar. Dalam hal ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam mendesain, memilih, dan memanfaatkan teknologi pada salah satu pembelajaran yang sudah saya laksanakan di jenjang kelas tiga Sekolah Dasar.

Berangkat dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada tema pertama, yaitu mengenal dan memahami makna keberagaman, mengidentifikasi bentuk-bentuk keberangaman, serta menyajikan bentuk keberagaman, saya merancang pembelajaran dengan desain Project Based Learning. Pembelajaran diawali dengan proses buka wawasan di awal tema mengenai pengenalan Indonesia secara geografis yang terdiri dari kepulauan dan beberapa provinsi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sharing dari narasumber yang berasal dari berbagai suku untuk berbagi mengenai kekhasan budaya dari tiap suku mereka. Lalu, siswa diberi pertanyaan, “Jika kamu menjadi gubernur di salah satu provinsi di Indonesia, apa yang akan kamu lakukan agar provinsimu menjadi provinsi yang maju dan unggul di Indonesia maupun di mata dunia?”

Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, setiap kelompok menentukan satu provinsi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, siswa perlu mencari tahu informasi mengenai potensi yang ada di provinsi yang dipilihnya tersebut, baik potensi budaya maupun kekayaan alamnya. Sementara untuk menyajikan informasi yang didapatnya, akan dibuat dalam bentuk pameran virtual dan saya memilih menggunakan media Google Sites.

Google Sites merupakan perangkat bawaan dari Google yang digunakan untuk menciptakan laman yang bisa diatur sendiri (custom website). Dengan Google Sites kita bisa memgatur laman sendiri dan didesain agar dapat berkolaborasi secara daring (online). Beberapa keunggulan dari Google Sites jika dipakai untuk pembelajaran di antaranya:

  • Gratis alias tidak berbayar
  • Bisa dikerjakan berkolaborasi antar guru dengan siswa maupun antarsiswa secara berkelompok.
  • Google Sites mudah dibuat karena sudah disediakan layout-layout untuk memasukkan teks ataupun gambar.
  • Dapat terintegrasi dengan perangkat Google lain.
  • Kita dapat memilih kepada siapa saja situs tersebut dibagikan. Kita juga dapat menentukan siapa pemiliknya, siapa saja yang diizinkan untuk mengedit dan memperbaiki, serta siapa saja yang diizinkan untuk melihatnya.

Adapun hal-hal yang tak kalah penting selain materi pelajaran yang dapat siswa pelajari dari proyek pameran menggunakan Google Sites ini di antaranya:

1. Keterampilan mencari dan memilah informasi dari internet.

Dalam hal ini siswa diajarkan dulu bagaimana menentukan keyword atau kata kunci atas informasi yang dicari. Salah satu strategi yang dikenalkan adalah siswa dapat menggunakan tanda petik “” untuk mengapit kata yang dicari agar hasil pencarian dapat lebih tajam. Selain itu, siswa juga diarahkan untuk mencari sumber-sumber yang sudah terpercaya, seperti portal berita, laman pemerintah, dan sebagainya. Mereka tidak dianjurkan untuk mengambil informasi yang bersumber dari blog ataupun media sosial.

2. Sikap saling menghargai

Karena dalam mengerjakan proyek pameran ini menggunakan Google Sites yang mana semua siswa bekerja secara daring (online) dalam ‘ruang kerja’ yang sama, maka sangat perlu diperhatikan mengenai sikap menghargai pekerjaan teman. Dari awal siswa diajak diskusi mengenai hal apa yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Siswa perlu tahu ‘ruang kerja’-nya sendiri di Google Sites sehingga tidak mengubah-ubah ataupun mengganggu ruang kerja temannya yang lain.

3. Kerja sama, gotong royong, dan saling peduli

Pengerjaan proyek ini dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa. Sikap kerja sama, gotong royong, dan saling peduli sangat ditekankan di awal tema. Siswa dalam kelompok menentukan ketua, menetapkan tujuan dan target waktu, berbagi peran, serta saling membantu terjadi selama proses pembelajaran. Untuk memudahkan koordinasi antarsiswa dalam kelompok, dibuatlah grup di Hangouts. Di sana guru dapat memantau proses diskusi siswa di luar jam pelajaran. Bagaimana siswa mengatur sendiri jadwal pengerjaan proyeknya, bagaimana saling bantu dan saling mengingatkan, siapa saja yang aktif dan pasif berpendapat bisa terlihat dari aktifitas obrolan dalam grup Hangouts tersebut. Siswa yang kesulitan memasukkan informasi ke dalam Google Sites dapat mengirimkan gambar maupun informasinya di grup Hangouts. Mereka yang kesulitan dapat dibantu oleh temannya untuk memasukkan gambar ke dalam Google Sites.

4. Kemampuan Berefleksi.

Setelah proyek selesai, setiap siswa diminta menuliskan refleksi. Dalam refleksi, siswa diminta menuliskan ucapan terima kasih kepada salah satu teman dalam kelompok yang dianggap paling berperan dalam penuntasan proyek pameran tersebut. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa saling sayang terhadap teman melalui apresiasi. Selain itu, dalam proyek pameran ini, penilaian tidak hanya dari guru, tetapi, siswa juga melakukan penilaian diri untuk dirinya sendiri, menilai teman dalam kelompoknya, serta menilai hasil kerja kelompok yang lain.