Foto: dok. pribadi

Oleh Irma Meirani (Kepala Sekolah SD Taruna Bakti Bandung)

Masih teringat saat itu tanggal 16 Maret 2020, pemerintah memutuskan sekolah ditutup selama 14 hari sehubungan dengan pandemi covid-19.  Pembelajaran harus diselenggarakan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh. Berbagai cara dilakukan untuk dapat menyampaikan materi kepada siswa. Pemerintah pun menyediakan berbagai sumber belajar yang dapat diakses oleh seluruh siswa.

Sebelum terjadi pandemi, arah tujuan pendidikan sudah mengacu kepada menyiapkan siswa menguasai teknologi. Dengan demikian, tentu para guru sebagai pendidik harus mahir menggunakan teknologi dalam pembelajarannya.  Digital learning sudah disosialisasikan, tapi guru sangat lambat mengadaptasi itu semua. Dengan The Power of Corona kini semua berubah. Semua guru dipacu untuk bergerak cepat. Guru-guru berkolaborasi untuk menguasai teknologi. Dengan gencar, berbagai webinar tentang penguasaan digital learning ditawarkan, dan gratis!

Pada masa pandemi ini, guru dapat belajar kapanpun di manapun. Pelatihan melalui webinar sering ditawarkan dengan topik-topik yang beragam dan materi yang sangat menunjang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru. Mulai dari tema parenting, pembelajaran digital, merancang pembelajaran, kiat-kiat dalam mengajar, dan masih banyak lagi tema menarik lainnya. Hal ini dapat diikuti oleh guru sebagai suplemen dalam upaya terus mengembangkan kompetensinya.

Antusiasme guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya patut diapresiasi. Setiap kelas webinar pendidikan selalu penuh dengan guru-guru yang ikut serta di dalamnya. Guru-guru mengikuti pelatihan bukan mengharapkan selembar kertas sertifikat keikutsertaan. Mereka memiliki semangat yang sama yaitu meningkatkan kompetensi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan memajukan pendidikan.

Seluruh stakeholder dalam pendidikan diharapkan terus menumbuhkan motivasi guru untuk berusaha menguasai teknologi pembelajaran online. Disadari guru masih kurang terampil dalam penguasaan IT (Information Technology) terutama untuk pembelajaran online. Belum semua mampu menggunakan aplikasi yang mendukung untuk digunakan dalam pembelajaran online. Kemampuan guru untuk update dan menguasai teknologi tentu berbeda-beda. Ada yang bisa berlari, berjalan, bahkan tertatih-tatih.

Tantangan selalu ada dalam proses adaptasi. Banyak hal yang perlu terus dikembangkan. Mulai dari metoda pembelajaran, perumusan kurikulum, serta cara penyampaiannya. Mari kita terus belajar, karena guru adalah pembelajar sepanjang hayat.

Jika kelak pembelajaran tatap muka secara langsung sudah boleh dilaksanakan, praktik baik yang sudah dikuasai berkaitan dengan digital learning janganlah ditinggalkan. Teruslah berinovasi dengan amunisi yang lebih lengkap yaitu penguasaan IT (Information Technology) yang sudah terasah.

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kondisi yang terjadi saat ini. Semoga guru-guru bisa terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Masih teringat saat itu tanggal 16 Maret 2020, pemerintah memutuskan sekolah ditutup selama 14 hari sehubungan dengan pandemi covid-19.  Pembelajaran harus diselenggarakan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh. Berbagai cara dilakukan untuk dapat menyampaikan materi kepada siswa. Pemerintah pun menyediakan berbagai sumber belajar yang dapat diakses oleh seluruh siswa.

Sebelum terjadi pandemi, arah tujuan pendidikan sudah mengacu kepada menyiapkan siswa menguasai teknologi. Dengan demikian, tentu para guru sebagai pendidik harus mahir menggunakan teknologi dalam pembelajarannya.  Digital learning sudah disosialisasikan, tapi guru sangat lambat mengadaptasi itu semua. Dengan The Power of Corona kini semua berubah. Semua guru dipacu untuk bergerak cepat. Guru-guru berkolaborasi untuk menguasai teknologi. Dengan gencar, berbagai webinar tentang penguasaan digital learning ditawarkan, dan gratis!

Pada masa pandemi ini, guru dapat belajar kapanpun di manapun. Pelatihan melalui webinar sering ditawarkan dengan topik-topik yang beragam dan materi yang sangat menunjang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru. Mulai dari tema parenting, pembelajaran digital, merancang pembelajaran, kiat-kiat dalam mengajar, dan masih banyak lagi tema menarik lainnya. Hal ini dapat diikuti oleh guru sebagai suplemen dalam upaya terus mengembangkan kompetensinya.

Antusiasme guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya patut diapresiasi. Setiap kelas webinar pendidikan selalu penuh dengan guru-guru yang ikut serta di dalamnya. Guru-guru mengikuti pelatihan bukan mengharapkan selembar kertas sertifikat keikutsertaan. Mereka memiliki semangat yang sama yaitu meningkatkan kompetensi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan memajukan pendidikan.

Seluruh stakeholder dalam pendidikan diharapkan terus menumbuhkan motivasi guru untuk berusaha menguasai teknologi pembelajaran online. Disadari guru masih kurang terampil dalam penguasaan IT (Information Technology) terutama untuk pembelajaran online. Belum semua mampu menggunakan aplikasi yang mendukung untuk digunakan dalam pembelajaran online. Kemampuan guru untuk update dan menguasai teknologi tentu berbeda-beda. Ada yang bisa berlari, berjalan, bahkan tertatih-tatih.

Tantangan selalu ada dalam proses adaptasi. Banyak hal yang perlu terus dikembangkan. Mulai dari metoda pembelajaran, perumusan kurikulum, serta cara penyampaiannya. Mari kita terus belajar, karena guru adalah pembelajar sepanjang hayat.

Jika kelak pembelajaran tatap muka secara langsung sudah boleh dilaksanakan, praktik baik yang sudah dikuasai berkaitan dengan digital learning janganlah ditinggalkan. Teruslah berinovasi dengan amunisi yang lebih lengkap yaitu penguasaan IT (Information Technology) yang sudah terasah.

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kondisi yang terjadi saat ini. Semoga guru-guru bisa terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan pendidikan di Indonesia.